Tugu Jogja : The Magic of Jogja Megalithic/Linggam
Ke Jogja tetapi tidak mampir berfoto di Tugu Jogja yang terkenal itu?
Wah, rugi sejarah. Bisa-bisa Anda dianggap belum benar-benar ke Jogja. Bukan karena tugu ini begitu indahnya atau sangat besar dan tinggi , atau arsitektur rumitnya yang membuat decak kagum. Bentuknya bisa jadi kalah megah dan kalah menarik dibandingkan Candi Prambanan atau Keraton Jogja. Tetapi anehnya tugu ini seperti memiliki daya magis, yang membuat banyak orang tertarik untuk mendekat kepadanya, menyentuhnya, memeluknya. Seperti halnya malam ini, bahkan jam 12 malam banyak anak muda berfoto ria di Tugu, sementara beberapa kelompok yang lain duduk nongkrong di pojok barat memetik gitar melagukan harapan. Malam Minggu biasanya lebih-lebih lagi ramainya. Foto edisi malam Minggu akan saya susulkan kemudian. Sekedar untuk membandingkan beda suasananya.
Nah, apakah benar Tugu ini memiliki daya magis?

Saya lebih suka menyebutnya, Energi Sang Raja, Ngarso Dalem Ingkang Sinuhun Sultan Hamengkubuwono Senapati Ing Ngalaga Abdurahman Sayidin Panatagama Kalifatullah , lebih terkenal dengan nama mudanya, Pangeran Mangkubumi. Kekuatan energi, semangat, visi, daya juang Ngarso Dalem adalah yang telah membuat Tugu Jogja khususnya dan Jogja umumnya memiliki daya tarik yang ajaib. Bayangkan saja, seorang manusia membangun pondasi sebuah kota, sebuah kerajaan, sebuah negari pada waktu itu. Betapa energi yang dimilikinya sangat besar dan energi itu sejalan dengan waktu bertumbuhnya macam bangunan dan wilayah perdikan, membuat tatanan masyarakat terbentuk. Tugu Jogja adalah salah satu wujud bangunan yang menyalurkan energi itu, wujud yang memiliki isi, dengan visi golong-gilig manunggaling kawula Gusti, sebuah simbolisasi visi Hablun Minallah.
Representasi visi ini juga biasa disebut sebagai filosofi Garis Imajiner ditarik lurus dari Panggung Krapyak – Keraton Jogja – Tugu Jogja – Merapi. Dengan Kelengkapan Patok Nagari yang merupakan simbol penjaga spiritualitas masyarakat Jogja. Raja yang hebat ini juga yang telah dengan cerdasnya menyusun tata kota sejak awal dengan Keraton Jogja sebagai sentral geografis dan kalau dilihat dari atas, kota Jogja ini bisa disebut hampir simetris.
Other resources to check:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Megalith
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Lingam
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Sambisari
4. http://www.visitingjogja.com/
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Hamengkubuwono_I
6. Kraton Jogja: The History & Cultural Heritage, English Edition, Published by Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat & IMA, 2002











